Konsep Nilai Budaya

 

Sistem Nilai Budaya

Di tulis oleh Tiara Lestari Asmara 


A    Konsep Nilai Budaya

Nilai adalah sesuatu yang menyangkut keyakinan umum dari sebuah konsepsi, eksplisit, atau implisit, yang khas milik seorang individu atau suatu kelompok, menyangkut segala sesuatu yang baik dan buruk.

Definisi Nilai Budaya

Menurut para ahli, tiap kebudayaan memiliki 3 wujud yaitu : (1) wujud kebudayaan sebagai himpunan gagasan, (2) wujud kebudayaan sebagai sejumlah perilaku yang terpola, (3) wujud kebudayaan sebagai sekumpulan benda atau artefak.

Nilai-nilai budaya adalah nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan, simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan perilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi. Tiga hal yang terkait dengan nilai-nilai budaya yaitu :

1.      Simbol-simbol, slogan, atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)

2.      Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut.

3.      Kepercayaan yang tertanam yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku.

Sistem Nilai Budaya

Sistem nilai budaya adalah sejumlah pandangan mengenai soal-soal yang paling berharga dan bernilai dalam hidup. Menurut Kluckhon, ada lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia yaitu :

1.      Hakikat hidup manusia, yang terdiri dari pandangan hidup itu buruk, hidup itu baik, hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikhtiar agar hidup bisa menjadi baik, dan hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.

2.      Hakikat karya manusia, terdiri dari nilai seperti karya itu untuk menafkahi hidup dan karya itu untuk kehormatan.

3.      Persepsi manusia terhadap waktu yaitu berorientasi hanya kepada masa kini, orientasi masa lalu, dan orientasi masa depan.

4.      Pandangan terhadap alam, terdiri atas pandangan manusia tunduk pada alam yang dahsyat, manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam, dan manusia berusaha menguasai alam.

5.      Hubungan manusia dengan manusia lain yang dilandasi oleh orientasi horizontal yaitu rasa ketergantungan terhadap sesamanya berjiwa gotong royong, orientasi vertical yaitu rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan mempimpin, individualisme.

Sumber : Rohmah, Annisa Nur. 2016. Buku Siswa Antropologi Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya Untuk SMA/MA Kelas XI. Surakarta : Mediatama

Komentar