A. Pewarisan Nilai-Nilai Budaya
Dalam
antropologi, pewarisan nilai-nilai budaya diidentikan dengan proses belajar.
Hal ini karena manusia akan belajar menerima unsur-unsur budaya lama dan
menyeleksi unsur kebudayaan yang tepat bagi kehidupannya. Sehingga dapat
dikatakan bahwa pewarisan budaya adalah
proses belajar kebudayaan yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia.
Pewarisan
budaya juga dapat diartikan sebagai proses mewariskan budaya (unsur-unsur)
budaya dari satu generasi ke generasi manusia atau masyarakat berikutnya
melalui proses pembudayaan.
Proses Pewarisan Budaya
Terdapat
tiga proses belajar kebudayaan termasuk nilai-nilai di dalamnya yang penting,
yaitu dalam kaitannya dengan manusia sebagai makhluk hidup, dan sebagai bagian
dalam suatu sistem sosial. Proses tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Proses
Internalisasi
Internalisasi adalah
proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai instusionalisasi
saja, tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa
anggota-anggota masyarakat.
2. Proses
Sosialisasi
Menurut
Koentjaraningrat, proses sosialisasi adalah proses belajar kebudayaan dalam hubungan
dengan sistem sosial. Dalam proses sosialisasi, seorang individu dari masa
anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan
berbagai individu di sekelilingnya yang menduduki peranan sosial dalam
kehidupan sehari-hari.
3. Proses
Enkulturasi
Proses enkulturasi adalah pembudayaan atau
institutionalization. Proses enkulturasi adalah proses seorang individu
mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikap individu dengan sistem
norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.
Cara Pewarisan Nilai-Nilai Budaya
Cara
pewarisan budaya pada masyarakat tradisional terjadi secara sederhana melalui :
1. Pewarisan
budaya dilakukan secara tatap muka langsung, misalnya ketika orang tua
menceritakan mitos, dongeng, dan legenda kepada anaknya. Orang tua bertatap
muka langsung dengan anak-anaknya.
2. Dari
mulut ke mulut yaitu sering dilakukan secara berantai, misalnya seseorang
bercerita kepada temannya, yang kemudian bercerita kepada orang lain dan
seterusnya.
3. Praktik
langsung, misalnya masyarakat dengan tipe berocok tanam mewariskan ketrampilan
bercocok tanamnya itu dengan cara membawa langsung anaknya untuk turut serta
dalam kegiatan bercocok tanam di sawah atau lading.
Cara
pewarisan budaya masyarakat modern berlangsung secara canggih melalui tatap
muka langsung maupun tanpa tatap muka. Pewarisan budaya sudah dapat dilakukan
melalui teknologi komunikasi dan informasi, yang tidak memerlukan tatap muka
langsung. Seperti menggunakan handphone, radio, televise, dan internet. Media
elektronik dan media massa memiliki peranan penting dalam proses pewarisan
budaya masyarakat modern.
Sarana Proses Pewarisan Nilai-Nilai
Budaya
1. Keluarga
2. Masyarakat
3. Organisasi sosial seperti sekolah, karang taruna,dll
Sumber : Rohmah, Annisa Nur. 2016. Buku Siswa Antropologi Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya Untuk SMA/MA Kelas XI. Surakarta : Mediatama

Komentar
Posting Komentar