Pewarisan Nilai-Nilai Budaya

 



Di Tulis Oleh Tiara Lestari Asmara 

A.    Pewarisan Nilai-Nilai Budaya

Dalam antropologi, pewarisan nilai-nilai budaya diidentikan dengan proses belajar. Hal ini karena manusia akan belajar menerima unsur-unsur budaya lama dan menyeleksi unsur kebudayaan yang tepat bagi kehidupannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa  pewarisan budaya adalah proses belajar kebudayaan yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia.

Pewarisan budaya juga dapat diartikan sebagai proses mewariskan budaya (unsur-unsur) budaya dari satu generasi ke generasi manusia atau masyarakat berikutnya melalui proses pembudayaan.

Proses Pewarisan Budaya

Terdapat tiga proses belajar kebudayaan termasuk nilai-nilai di dalamnya yang penting, yaitu dalam kaitannya dengan manusia sebagai makhluk hidup, dan sebagai bagian dalam suatu sistem sosial. Proses tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Proses Internalisasi

Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai instusionalisasi saja, tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat.

2.      Proses Sosialisasi

Menurut Koentjaraningrat, proses sosialisasi adalah proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Dalam proses sosialisasi, seorang individu dari masa anak-anak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan berbagai individu di sekelilingnya yang menduduki peranan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

3.      Proses Enkulturasi

Proses enkulturasi adalah pembudayaan atau institutionalization. Proses enkulturasi adalah proses seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.

Cara Pewarisan Nilai-Nilai Budaya

Cara pewarisan budaya pada masyarakat tradisional terjadi secara sederhana melalui :

1.      Pewarisan budaya dilakukan secara tatap muka langsung, misalnya ketika orang tua menceritakan mitos, dongeng, dan legenda kepada anaknya. Orang tua bertatap muka langsung dengan anak-anaknya.

2.      Dari mulut ke mulut yaitu sering dilakukan secara berantai, misalnya seseorang bercerita kepada temannya, yang kemudian bercerita kepada orang lain dan seterusnya.

3.      Praktik langsung, misalnya masyarakat dengan tipe berocok tanam mewariskan ketrampilan bercocok tanamnya itu dengan cara membawa langsung anaknya untuk turut serta dalam kegiatan bercocok tanam di sawah atau lading.

Cara pewarisan budaya masyarakat modern berlangsung secara canggih melalui tatap muka langsung maupun tanpa tatap muka. Pewarisan budaya sudah dapat dilakukan melalui teknologi komunikasi dan informasi, yang tidak memerlukan tatap muka langsung. Seperti menggunakan handphone, radio, televise, dan internet. Media elektronik dan media massa memiliki peranan penting dalam proses pewarisan budaya masyarakat modern.

Sarana Proses Pewarisan Nilai-Nilai Budaya

1.      Keluarga

2.      Masyarakat

3.      Organisasi sosial seperti sekolah, karang taruna,dll

 Sumber : Rohmah, Annisa Nur. 2016. Buku Siswa Antropologi Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya Untuk SMA/MA Kelas XI. Surakarta : Mediatama

Komentar